31
Jan
10

HEGEMONI KAPITALISME

RosiChin M.

Wajah kapitalisme bukan saja tampak di sudut-sudut kota, di sudut-sudut desa, di sudut-sudut kampus, di sudut-sudut permainan, sampai di sudut-sudut meja pun telah tampak. Wajah itu bertopeng industrialisasi yang terus mendesak wajah pertanian tradisional sehingga wajahnya mengecil dan napasnya terengah-engah tak bisa melawannya. Dominasi kapitalisme di ranah ekonomi terus bergolak, kadang tak lagi mengenal belas kasih, seringkali yang berkapital besar menusuk jantung yang berkapital kecil dan tak sedikit yang terkapar. Namun di lorong budaya, wajah dominasi kapitalisme yang bengis menindas berubah wajah bertopeng manis, demokratis dan tak terasa memaksa atas kehadirannya, itulah wajah hegemoni. Hegemoni yang diusung Gramsci terus melanda di tengah lapang kehidupan, dominasi pun menyingkir pelan. Kapital menjadi roh hegemoni yang menggerakkan aneka ragam relasi-relasi di tengah lapang kehidupan. Kapital di sini bukan saja harta, melainkan bisa tahta, wanita (kecantikan), kharisma, ilmu, adat istiadat, dan seambrek bendera ranah yang berkibar di alun-alun kehidupan.
Lanjutkan membaca ‘HEGEMONI KAPITALISME’

10
Jun
09

KAMPUS SEBUAH PUSAT KEBUDAYAAN

Rosichin M.

Kampus bukan hanya merupakan wahana dan sarana proses belajar mengajar, pewarisan ilmu, pendewasaan, dan pemberdayaan manusia, namun lebih dari itu kampus menjadi sebuah pusat kebudayaan di antara pusat kebudayaan yang ada dalam masyarakat. Kebudayaan memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat (manusia). Tanpa kebudayaan manusia berada di persimpangan jalan, ada dalam kebingungan dan penderitaan dan atau hidup dalam kematian, tak ubahnya sebuah patung yang tak pernah berkata dan tertawa serta terkunci bibirnya.

Lanjutkan membaca ‘KAMPUS SEBUAH PUSAT KEBUDAYAAN’

27
Feb
09

SEPINTAS KILAS FILSAFAT ILMU

Rosichin M.

Manusia yang sepanjang hidupnya tidak lepas dari aktifitas berpikir. Berpikir tentang diri sendiri dan di luar diri sendiri, berpikir tentang alam fana dan alam baka, berfikir tentang kehidupan dan kematian, berpikir waktu lalu, waktu kini dan waktu datang, pendeknya berpikir segala yang ada, yang pada gilirannya akan melahirkan suatu ilmu.

Lanjutkan membaca ‘SEPINTAS KILAS FILSAFAT ILMU’

21
Jan
09

GEGURITAN TELOISM

Rosichin M.

Geguritan Teloisme/Teloistik: geguritan ingkang rupa lan isine kayadene woh telo (buah ketela). Tetengeripun ingkang paling ketingal sangking woh telo meniko rupane sakarepe mboten aturan, unik, lan sawontene. Isine melu manut rupane.

geguritan teloisme rupane kayadene …

Lanjutkan membaca ‘GEGURITAN TELOISM’

18
Jan
09

PUISI TELOISM

Rosichin M.

Puisi Teloisme/Teloistik: puisi yang bentuk dan isinya seperti buah telo (buah ketela). Karakteristik yang menonjol dari buah telo, bentuknya tidak beraturan, unik, alami. Isinya mengikuti bentuknya.


Puisi teloisme tampak seperti …


Lanjutkan membaca ‘PUISI TELOISM’

16
Jan
09

ETIKA SUBSISTEN ORANG-ORANG PINGGIRAN

Rosichin M.

Masyarakat desa tradisional mendapat desakan kuat modernisme dan industrialisasi yang terus merambah. Mereka sebagai orang-orang pinggiran tak mau terpuruk dan jatuh ke titik nol kehidupan. Sejalan dengan prinsip “dahulukan selamat” yang ditawarkan Roumasser, mereka mencipta ruang-ruang sendiri sebagai strategi melangsungkan hidupnya, sekaligus sebagai respon terhadapsistem yang ada yang kurang membela atau memberi angin segar kepada orang-orang pinggiran. Ruang profesi ojek menjadi ruang tumpuan yang diisi para suami, dan ruang lain, ruang sambilan yang menjadi penopangnya diisi para istri tapi tidak sampai menjadi ruang pelacur jalanan.

Lanjutkan membaca ‘ETIKA SUBSISTEN ORANG-ORANG PINGGIRAN’




September 2016
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930